Apakah kalian pernah mendengar atau cukup familiar dengan Azure? Azure merupakan platform cloud yang terbuka untuk umum dari Microsoft. Azure menawarkan banyak sekali layanan, termasuk  platform sebagai layanan (platform as a service / PaaS), infrastuktur sebagai layanan (infrastructure as a service / IaaS), dan kapabilitas layanan database terkelola.

Tidak berbeda dengan platform cloud lainnya, Azure bergantung pada teknologi virtualisasi. Hardware komputer hanyalah seperangkat instruksi, yang secara permanen atau semi-permanen, dikodekan dalam silikon oleh software.

Pada dasarnya, cloud merupakan sekumpulan server fisik di satu atau lebih pusat data. Pusat data menjalankan perangkat keras (hardware) virtual untuk pelanggan. Di dalam setiap pusat data, ada kumpulan server yang diletakkan di rak server. Setiap rak server terdiri dari banyak bilah server dan sakelar jaringan untuk menyediakan konektivitas jaringan dan unit distribusi daya (Power Distribution Unit / PDU), yang menciptakan daya. Rak terkadang dikelompokkan dalam unit yang lebih besar yang disebut cluster.

image source: Unsplash

Rak server atau cluster dipilih untuk menjalankan intances hardware tervirtualisasi untuk pengguna. Ada beberapa server yang berfungsi sebagai fabric controller, aplikasi terdistribusi dengan banyak tanggung jawab untuk mengalokasikan layanan, memantau kesehatan server dan layanan yang berjalan di atasnya, dan memulihkan server ketika gagal. Setiap instance fabric controller terhubung ke kumpulan server lain yang menjalankan cloud orchestration software atau front end. Front end mengatur layanan web, RESTful API, dan database Azure internal yang digunakan untuk semua fungsi di cloud.

Sebagai contoh, front end mengatur layanan yang menangani permintaan pelanggan. Permintaan tersebut mengalokasikan sumber daya dan layanannya , seperti Azure Cosmos DB dan mesin virtual. Front end memvalidasi dan memverifikasi apakah pengguna memiliki hak dan akses untuk mengalokasikan sumber daya yang diminta. Jika iya, front end akan mengecek database untuk menemukan rak server dengan kapasitas yang memadai yang menginstruksikan fabric controller untuk mengalokasikan sumber daya tersebut.

Singkatnya, Azure adalah kumpulan besar server dan hardware jaringan yang menjalankan serangkaian aplikasi terdistribusi yang kompleks. Aplikasi ini mengatur konfigurasi dan mengoperasikan hardware dan software tervirtualisasi pada server tersebut. Dengan Azure, pengguna tidak perlu memelihara dan meningkatkan hardware mereka karena Azure melakukan ini di belakang layar.

Jika perusahaan anda tertarik untuk menggunakan layanan dari Microsoft Azure, kamu dapat berkonsultasi dengan tim QNP dalam membangun dan merancang infrastruktur yang dibutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kami, kamu dapat mendapatkannya pada halaman ini.

Continue Reading