Seiring perkembangan jaman, startup semakin menjamur di berbagai negara. Startup merupakan perusahan atau bisnis yang baru beroperasi dan berada pada tahap pengembangan untuk mengembangkan produk dan pasarnya. Startup memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja, namun juga memiliki beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan bekerja di startup. Yuk, kita bahas apa sajakah pertimbangan atau kekurangan bekerja di startup?

Sumber: Getty Images

1. Cenderung belum stabil

Perusahaan startup cenderung masih belum stabil karena masih dalam tahap pengembangan. Selalu ada kemungkinan perusahaan dapat berkembang sukses dan gagal. Menurut pengamatan yang dilakukan oleh pengamat ekonomi digital yang juga merupakan CEO PT Duta Sukses Dunia, Yudi Candra, dari sekitar 1.500 hingga 1.700 perusahaan startup di Indonesia, yang sukses hanya sekitar 1% saja, sedangkan 99%-nya gagal. Oleh karena itu, tidak sedikit startup yang harus gulung tikar.

2. Gaji yang relatif rendah

Banyak orang berpikiran bahwa bekerja di perusahaan startup akan langsung memiliki pendapatan yang besar karena umumnya memiliki posisi atau tanggung jawab yang lebih besar daripada karyawan baru di perusahaan konvensional pada umumnya. Walaupun pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun hal tersebut tidak berlaku di semua startup. Pada kenyataannya, banyak karyawan yang masih menerima gaji yang relatif rendah dikarenakan modal dan budget startup yang terbatas. Pada umumnya, sebagian besar modal yang dimiliki startup akan dialokasikan untuk pengembangan produk/jasa terlebih dahulu demi perkembangan perusahaan, sehingga alokasi untuk gaji karyawan tidaklah besar di awal. Ketika perusahaan berkembang, gaji dan fasilitas yang diterima karyawan dapat meningkat, namun tidak ada kepastian atau jangka waktu yang dapat diprediksi.

3. Beban kerja yang tinggi

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa pada umumnya startup memiliki jumlah karyawan yang terbatas namun memiliki banyak hal yang harus dikerjakan. Hal tersebut membuat beban kerja setiap karyawan tergolong tinggi. Multitasking menjadi salah satu keahlian yang perlu dimiliki untuk bekerja dengan baik di perusahaan startup. Selain itu, kita harus bersedia untuk saling membantu pekerjaan antar karyawan, termasuk pekerjaan di luar bidang utama kita.

Dengan beban kerja yang tinggi, tidak jarang karyawan juga harus bekerja lembur atau bekerja di akhir pekan dan bahkan di hari libur jika ada pekerjaan yang penting atau belum selesai. Hal tersebut menyebabkan waktu untuk beristirahat dan bersosialisasi menjadi kurang secara kualitas dan kuantitas. Tidak jarang pula kehidupan sosial karyawan yang bekerja di startup menjadi terganggu. Keimbangan hidup dan kerja (work life balance) pun menjadi sulit tercapai dan terkadang menimbulkan stres.

 

Demikian beberapa kekurangan bekerja di startup yang perlu diketahui dan dijadikan pertimbangan saat melamar kerja di startup. Tentunya startup juga memiliki kelebihan dibandingkan perusahaan konvensional yang perlu dipertimbangkan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi karyawannya.

Ingin mencoba bekerja di startup? Ayo coba kesempatanmu berkarir di startup bersama QNP! Klik disini untuk info lowongan

Continue Reading